Sambori adalah salah satu desa tertua yang terletak di kawasan pegunungan Lambitu, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Bahasa Sambori sering kali dikategorikan oleh para peneliti sebagai dialek arkaik (kuno) dari bahasa Bima (Mbojo). Namun karena memiliki perbedaan leksikal yang sangat signifikan pada tingkat kata-kata dasar, bahasa ini seolah berfungsi mandiri dan sangat kaya akan corak pemaknaan tersendiri.
Sebagian besar kata esensial di dalam bahasa Sambori berbeda secara frontal dengan bahasa Mbojo daerah pesisir. Sebagai contoh, kata makan adalah "Ngaha" dalam bahasa Bima biasa, namun bertransformasi menjadi "Karu" di wilayah pegunungan Sambori.
Melalui sistem platform modular Kasambi ini, kami berikhtiar menyediakan kamus digital interaktif untuk menyimpan visualisasi tulisan, pengucapan suara (*speech synthesis*), dan model latihan bahasa agar generasi penerus dapat senantiasa mengapresiasi dan menjaga eksistensi salah satu keunikan warisan nusantara ini.